A. PELAKSANAAN PRAKTIKUM
1. Tujuan : - Membuat Kristal besi (II) amonium sulfat, (NH4)2 Fe (SO4)2. 6H2O,
yang dikenal dengan nama garam Morh.
- Menentukan jumlah air kristal dalam garam Morh hasil sintesa.
2. Hari,tanggal :
3. Tempat : Laboratorium Kimia FKIP Universitas Mataram
B. LANDASAN TEORI
Besi adalah logam yang menempati urutan kedua dari logam-logam yang umum terdapat di kerak bumi. Besi (II) dengan garam sulfat dari logam alkali dapat membentuk garam rangkap dengan rumus umum M2Fe (SO4)2.6H2O (M adalah K, Rb. S atau NH4). Jika jumlah sama, masing-masing dari besi (II) sulfat dilarutkan sampai jenuh dalam air panas, dan dalam larutan besi (II) sulfat ditambahkan sedikit asam sulfat, kemudian kedua larutan dicampur, maka pada pendingin akan mengkristal berbentuk monoklin berwarna hijau kebiru-biruan. Garam ini, besi (II) ammonium sulfat atau besi (II) klorida, Kristal garam Morh stabil diudara dan larutannya tidak mudah dioksidasi oleh oksigen diatmosfir (Purwaka, 2007:15).
Semua garam besi (II) terhidrat mengandung ion [Fe (H2O)6]2+ yang berwarna pucat kehijauan, jika sebagian teroksidasi menjadi besi (III) warna menjadi kuning kecoklatan. Kristal garam besi (II) sulfat heptahedrat, FeSO4. 7H2O, cenderung kehilangan beberapa molekul air. Dalam fase padat, garam rangkap amonium besi (II) sulfat heksahidrat atau lebih tepatnya ammonium heksa akua besi (II) sulfat atau disebut garam Mohr, menunjukkan stabilitas kisi yang paling tinggi. Garam ini di udara terbuka tidak mengalami eflouresense dan juga tak teroksidasi, sehingga sering dipakai sebagai larutan standar khususnya pada titrasi redoks, misalnya untuk standarisasi larutan kalium permanganate (Sugiyarto, 2003:550-551).
Bijih besi yang utama adalah hematite Fe2O3, magnalie Fe3O4, limonite FeO(OH), dan sideritr FeCO3. Besi murni cukup reaktif. Dalam udara lembab cepat teroksidasi memberikan besi (III) oksidasi hidrat (karat) yang tidak sangggup melindungi, karena zat ini hancur dan membiarkan permukaaan logam yang baru terbuka. Besi yang sangat halus bersifat pirofor. Logamnya mudah larut dalam mineral. Dengan asam bukan pengoksidasi tanpa udara, diperoleh Fe”. Dengan adanya udra atau bila digunakan HNO3 encer panas, sejumlah besi menjadi Fe”’. Media pengoksidasi yang sangat kuat seperti HNO3 pekat atau asam-asam yang mengandung dikromat membuat besi pasif. Ion ferro [Fe (H2O)6]2+ memberikan garam berkristal. Garam Mohr (NH4)2Fe (SO4)2.6H2O cukup stabil terhadap udara dan terhadap hilangnya air,dan umumnya dipakai untuk membuat larutan beku Fe2+ bagi analisi volumetri, dan sebagai zat pengkalibrasi dalam pengukuran magnetic. Sebaliknya Fe2SO4.7H2O secara lambat melapuk dan berubah menjadi kuning cokelat bila dibiarkan dalam udara (Cotton dan Wilkinson,1989:462-464).
C. PROSEDUR KERJA
Alat dan Bahan
1. Alat
- Gelas kimia
- Neraca analitik
- Pipet tets
- Gelas ukur
- Alat pemanas listrik
- Corong
- Batang pengaduk
- Cawan penguapan
- Kaki tiga
- Pemansa spritus
- Korek api
- Oven
2. Bahan
- H2SO4 10 %
- NH3
- Serbuk besi
- Aquades
- Kertas saring
D. HASIL PENGAMATAN
(Terlampir)
E. ANALISIS DATA
1. Persamaan reaksi
- Fe (s) + H2SO4 (l) FeSO4 (aq) + H2 (g)
- NH4OH (aq) + H2SO4 (l) (NH4)2 SO4 (aq) + 2 H2O (aq)
- FeSO4 (aq) + (NH4)2 SO4 (aq) (NH4)2Fe(SO4)2 .6H2O
Garam Mohr
2. Perhitungan
Diketahui: Berat garam mohr = berat kertas saring + kristal = 2,5 gram
Massa besi = 0,35 gram
Ar besi = 56 gram/mol
Mr garam Mohr = 392 gram/mol
Ditanya :
a. Mol garam Mohr
b. massa garam Mohr
c. kemurnian garam Mohr
Jawab :
a. mol Fe = mol garam Mohr
= 0,006 mol
b. massa garam mohr teori
massa garam Mohr (teori) = mol garam Mohr x Mr garam Mohr
= 0,006 mol x 392 gram/mol
= 2,352 gram
c. kemurnian garam mohr
- mencari massa garam Mohr eksperimen
massa garam Mohr ekperimen = berat garam – berat kertas saring
= (berat Kristal + berat kertas saring) – berat keras saring
= (2,5 – 1,13) gr
= 1,37 gr
= 0,582 x 100 %
= 58,2 %
F. PEMBAHASAN
Praktikum kali ini yaitu mengenai garam Mohr, yang bertujuan untuk membuat Kristal besi (II) ammonium sulfat, (NH4)2Fe(SO4)2.6H2O yang dikenal dengan nama garam Mohr serta menentukan jumlah air kristal dalam garam Mohr hasil sintesa.
Pada percobaan ini pertama–tama dibuat larutan A dengan cara dilarutkan 3,5 gram besi ke dalam 100 ml H2SO4 10%, larutan berwarna abu kehitaman dan endapan yang berupa besi akan melarut, dimana H2SO4 merupakan pelarut yang mengandung proton yang dapat diionkan dan bersifat asam kuat atau lemah. Dipanaskan larutan sampai hampir semua besi larut, sehingga larutan berubah menjadi bening, kemudian larutan disaring dengan menggunakan kertas saring ketika masih panas. Kedalam larutan tersebut ditambahkan sedikit asam sulfat pada filtrat dan menguapkan larutan sampai terbentuk kristal dipermukaan larutan.
Adapun tujuan dari penyaringan adalah untuk menghindari terbentuknya kristal pada suhu yang rendah dan tujuan dari pemanasan adalah adalah sebagai katalis yaitu untuk mempercepat terjadinya reaksi sehingga hampir semua besi dapat melarut. Larutan ini terus diuapkan dengan tujuan untuk mengurangi molekul air yang ada pada larutan. Larutan ini digunakan untuk menstabilkan kristal vitrol yang terbentuk. Percobaan ini manghasilkan garam besi (II) sulfat yang merupakan garam besi (II) yang terpenting. Garam-garam besi (II) atau fero diturunkan dari besi (II) oksida, FeO. Dalam larutan, garam-garam ini mengandung kation Fe2+ sehingga berwarna hijau dan Pembentukan FeSO4 dari logam Fe merupakan reaksi elektron berdasarkan prinsip termokimia. Reaksi yang terjadi yaitu:
Percobaan kedua yaitu pembuatan larutan B. pertama – tama dicampurkan 50 mL H2SO4 10% dengan NH3 . Kemudian larutan diuapkan sampai jenuh sehingga larutan meletup. Setelah itu larutan A dipanaskan kembali dan larutan A dan B dicampurkan dalam keadaan panas. Percampuran kedua larutan A dan B tersebut bertujuan untuk dapat membuat garam Mohr. Kedua larutan ini dicampurkan pada kondisi panas karena kondisi ini dipertahanakan agar tidak terjadi pengkristalan larutan pada suhu yang rendah, maka akan dihasilkan larutan hijau muda dengan endapan putih. Untuk memperoleh kristal, dilakukan pendinginan beberapa hari sehingga terbentuk kristal yang lebih halus. Setelah didinginkan beberapa hari,larutan didekantasi yaitu dipisahkan antara filtrate dan endapan Kristal tersebut. Kemudian endapan kristal putih diteteskan aquades panas beberapa tetes. Hal ini bertujuan agar pengotor pada Kristal dapat hilang. Setelah itu latutan disaring dengan kertas saring dan dikeringkan dalam oven. Pengeringan dalm oven ini bertujuan agar molekul air yang tersisa pada Kristal dapat berkurang (benar-benar habis). Setelah mendapatkan hasil yang maksimal, Kristal pada oven dikeluarkan dan diperoleh Kristal garam Mohr yang dimaksud. Kristal garam Mohr ditimbang dengan neraca analitik didapatkan hasilnya yaitu 2,5gram. Dari data yang diperoleh, maka didapatkan pemurnian garam mohr adalah 58,2 %. Bentuk kristal garam mohr adalah monoklin dengan warna hijau muda. Dalam senyawa kompleks Fe2+ berperan sebagai atom pusat dengan H2O sebagai ligannya. Adapun reaksi yang berlangsung yaitu :
FeSO4 + (NH4)2SO4 + 6H2O → (NH4)2Fe(SO4)2.6H2O
Garam Mohr
G. KESIMPULAN
Berdasarkan tujuan dan hasil pengamatan dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :
1. Kristal besi (II) ammonium sulfat dapat dibuat dengan merekasikan larutan FeSO4 dan (NH4)2SO4.
2. Kemurnian Kristal yang didapatkan pada percobaan ini adalah 58,2 %, dimana persenatse ini menunjukkan kadar Fe2+ dalam garam Mohr.
DAFTAR PUSTAKA
Cotton dan Wilkinson.1989. Kimia Anorganik Dasar. Jakarta : UI-Press.
Purwoko, Agus Abhi.2007. Petunjuk Praktikum Kimia Anorganik II. Mataram : FKIP-Unram.
Sugiyarto.2003. Dasar-Dasar Kimia Anorganik Logam. Yogyakarta : UNY-Press
0 komentar:
Post a Comment